Berita
Pemkab Rembang Dorong Peningkatan Standar Keamanan Pangan dalam Pelaksanaan Program MBG
- 6 Agustus 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Rembang terus berkomitmen memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar keamanan pangan. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, pemerintah daerah melakukan investigasi dan evaluasi sebagai tindak lanjut atas dugaan kasus diare yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat program MBG.
Sub Koordinator Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Al Furqon, mengatakan tim langsung melakukan pemeriksaan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko 3 sehari setelah menerima laporan.
Menurutnya, hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama kedisiplinan para penjamah pangan dalam menerapkan prinsip higiene dan sanitasi selama proses pengolahan makanan.
“Hasil yang kami dapat, hal yang perlu ditingkatkan oleh pihak SPPG adalah kedisiplinan para penjamah pangan dalam menerapkan higiene sanitasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kedisiplinan tersebut meliputi kebiasaan mencuci tangan sebelum bekerja serta penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, seperti masker, sarung tangan, celemek (apron), dan penutup kepala selama proses pengolahan makanan.
Menurut Al Furqon, penerapan higiene dan sanitasi yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas makanan agar tetap aman dan layak dikonsumsi oleh para penerima manfaat Program MBG.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga menemukan perlunya peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan pengolahan makanan.
“Kelengahan atau tidak dipatuhinya SOP tentu akan berakibat pada tidak terpenuhinya persyaratan keamanan pangan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari proses investigasi, tim Dinas Kesehatan juga mengambil sampel makanan dan air untuk dilakukan pengujian laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut masih dalam proses sehingga belum dapat disampaikan kepada publik.
“Hasil investigasi terkait sampel ini belum bisa kami berikan karena masih diperiksa di laboratorium,” katanya.
Al Furqon menambahkan, hasil pemeriksaan lapangan beserta rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Rembang yang turut mendampingi proses investigasi.
“Kami sudah memberikan rekomendasi hasil pemeriksaan. Selanjutnya BGN memiliki standar dan mekanisme sendiri untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut,” pungkasnya.
Melalui langkah evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap seluruh penyelenggara Program MBG dapat terus meningkatkan penerapan standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan sehingga makanan yang disajikan kepada peserta didik tetap memenuhi standar mutu, aman dikonsumsi, serta mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi bagi anak-anak di Kabupaten Rembang. (mif/rd/kominfo)