Berita
Pemkab Rembang Perkuat Ketangguhan Desa, 61 Desa Raih Predikat Utama
- 6 Agustus 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi potensi bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang. Dari 130 desa yang mengikuti penilaian, sebanyak 61 desa berhasil meraih predikat Tingkat Utama.
Dokumen hasil Penilaian Ketangguhan Desa diserahkan dalam rapat koordinasi di Gedung Hijau Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Kamis (6/8). Kegiatan tersebut dihadiri para camat, kepala desa, serta pemangku kepentingan di bidang penanggulangan bencana.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, mengatakan Penilaian Ketangguhan Desa merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurutnya, penilaian tersebut mengukur lima aspek utama, yakni pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.
“Kami di kabupaten memiliki tanggung jawab yang sama dengan panjenengan semua terhadap lima aspek tersebut,” ujarnya.
Dalam penilaian tahun ini terdapat tiga kategori, yaitu Tingkat Pratama, Tingkat Madya, dan Tingkat Utama. Dari 130 desa yang dinilai, sebanyak 61 desa memperoleh predikat Tingkat Utama, 57 desa masuk kategori Tingkat Madya, dan 12 desa berada pada kategori Tingkat Pratama.
“Alhamdulillah, dari 130 desa yang dinilai ada 61 desa yang sudah masuk kategori utama. Hampir separuh desa yang dinilai sudah memiliki tingkat ketangguhan yang sangat baik,” ungkapnya.
Meski demikian, Hanies menegaskan desa-desa yang masih berada pada kategori Pratama perlu mendapatkan pendampingan lebih intensif agar kapasitas penanggulangan bencananya terus meningkat.
“Desa yang masih berada di kategori pratama harus proaktif dan menjalin komunikasi yang lebih intens dengan BPBD. Rekomendasi yang tercantum dalam dokumen hasil penilaian harus ditindaklanjuti dengan baik,” tegasnya.
Ia berharap hasil penilaian tersebut menjadi pemacu bagi seluruh desa untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
“Dengan kegiatan ini saya berharap komitmen kita semakin kuat untuk mewujudkan Kabupaten Rembang yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai jenis bencana,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menjelaskan Penilaian Ketangguhan Desa merupakan instrumen untuk mengukur kapasitas desa dalam menghadapi ancaman bencana, mulai dari aspek kebijakan, kelembagaan, perencanaan, pendanaan, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, penilaian terhadap 130 desa di 14 kecamatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Rembang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
“Hasil penilaian ini bukan sekadar angka atau kategori, melainkan bahan evaluasi bersama untuk mengetahui kekuatan yang telah dimiliki sekaligus aspek-aspek yang perlu ditingkatkan oleh masing-masing desa,” jelasnya.
Luthfi berharap dokumen hasil penilaian dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam menyusun program dan kegiatan pengurangan risiko bencana sehingga kapasitas desa semakin meningkat dari waktu ke waktu.
“Kami berharap akan terbangun komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil penilaian ini sehingga terwujud desa-desa yang semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkasnya.
Berdasarkan hasil penilaian, kategori Tingkat Utama diberikan kepada desa yang memperoleh nilai minimal 80. Desa dalam kategori ini dinilai telah memiliki kapasitas yang sangat baik dalam pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Tiga desa dengan nilai tertinggi yaitu Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, dengan nilai sempurna 100,00, disusul Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan, dengan nilai 96,19, dan Desa Dasun, Kecamatan Lasem, dengan nilai 95,05.
Sementara itu, kategori Tingkat Madya diraih 57 desa dengan rentang nilai 60,00–79,99. Desa pada kategori ini dinilai telah memiliki kapasitas yang cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek kelembagaan, sumber daya, dan kolaborasi masyarakat.
Adapun 12 desa masih berada pada kategori Tingkat Pratama dengan nilai di bawah 60, yakni Desa Pinggan (Bulu), Demaan dan Suntri (Gunem), Karanglincak, Kebloran, dan Pandangan Wetan (Kragan), Jolotundo dan Karangturi (Lasem), Tulung (Pamotan), serta Bajingmeduro, Gonggang, dan Gunungmulyo (Sarang).
Melalui Penilaian Ketangguhan Desa, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap seluruh desa terus meningkatkan kapasitas dalam mengurangi risiko bencana, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Rembang yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. (re/rd/kominfo)