Berita
Pemkab Rembang Perkuat Pemahaman Guru PJOK tentang Keselamatan Pembelajaran
- 19 Agustus 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang terus memperkuat pemahaman guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mengenai keselamatan dan aspek hukum dalam proses pembelajaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan olahraga di sekolah yang aman, terarah, dan sesuai ketentuan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi bagi guru PJOK jenjang SD dan SMP yang digelar di Gedung PKG Kecamatan Lasem, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Polres Rembang.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Ahmad Sholchan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman guru PJOK mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran olahraga.
Menurutnya, pembelajaran PJOK memiliki karakteristik yang berbeda karena tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melibatkan aktivitas fisik dan praktik di lapangan. Karena itu, aspek keselamatan peserta didik perlu menjadi perhatian sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pembelajaran.
“Ini kegiatan untuk memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh guru PJOK maupun guru yang mengampu mata pelajaran PJOK, khususnya di SD dan SMP. Guru PJOK mempunyai risiko yang lebih dibandingkan dengan guru yang lain karena harus ada praktik di luar lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, guru perlu melakukan berbagai langkah antisipasi sebelum kegiatan olahraga dilaksanakan. Salah satunya dengan mengetahui kondisi peserta didik dan memastikan mereka dalam kondisi yang memungkinkan untuk mengikuti aktivitas fisik.
“Jadi sebelum melaksanakan proses pembelajaran, guru PJOK harus tahu situasi dan kondisi anak-anak. Misalnya ditanya siapa yang dalam kondisi sakit,” jelasnya.
Selain aspek kesehatan dan keselamatan, guru juga perlu memahami ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, termasuk langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi kondisi tertentu selama kegiatan berlangsung.
Untuk memberikan pemahaman tersebut, Dindikpora menghadirkan KBO Reskrim Polres Rembang IPTU Dr. Widodo Eko Prasetiyo sebagai narasumber. Materi yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan guru mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran PJOK.
Perkuat Langkah Antisipasi
Ahmad menegaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran PJOK. Sosialisasi tidak hanya dilakukan sebagai respons terhadap suatu peristiwa, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai keselamatan dan pelaksanaan pembelajaran yang sesuai ketentuan.
“Tanpa adanya kejadian pun ini sebuah hal yang harus kita antisipasi lebih awal karena pemahaman guru PJOK itu bervariasi. Dengan adanya kejadian kemarin, kami semakin merasakan bahwa ini memang penting untuk dilaksanakan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya membangun kondisi “murid sehat, guru aman” dalam setiap pelaksanaan pembelajaran PJOK.
Karena itu, persiapan pembelajaran perlu dilakukan secara matang, mulai dari pengecekan kondisi peserta didik, pemanasan, pemilihan aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuan siswa, hingga pelaksanaan kegiatan berdasarkan rencana pembelajaran.
Kepala sekolah juga memiliki peran dalam melakukan pengawasan dan supervisi agar proses pembelajaran berjalan sesuai ketentuan serta memperhatikan keselamatan peserta didik.
Pembelajaran Disesuaikan Kondisi Siswa
Salah satu peserta sosialisasi, Guru PJOK SDN Banowan Kecamatan Sarang, Lela Ayu Rinanti, mengatakan pemahaman mengenai keselamatan sangat penting bagi guru PJOK karena pembelajaran melibatkan aktivitas fisik.
“Kegiatan yang diselenggarakan ini bagi guru PJOK sangat dibutuhkan karena terkait dengan mitigasi keselamatan siswa yang akan kami ajarkan. Selama ini kita mengajarkan, tetapi aspek safety juga perlu diperhatikan sehingga ke depan penanganan anak-anak bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Menurut Lela, guru perlu memastikan kondisi siswa sebelum mengikuti kegiatan olahraga. Untuk siswa sekolah dasar, materi pembelajaran juga disesuaikan dengan usia dan karakteristik mereka.
“Setiap memulai pembelajaran kita berdoa, kemudian absensi dan menanyakan kondisi siswa. Kalau ada yang sakit, tentu harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran,” katanya.
Aktivitas olahraga bagi siswa SD juga banyak dikemas dalam bentuk permainan agar pembelajaran berlangsung menyenangkan sekaligus tetap memperhatikan keselamatan peserta didik.
Selain pengecekan kondisi siswa sebelum pembelajaran, sekolah melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, antara lain melalui pengukuran tinggi dan berat badan. Pemantauan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pihak kesehatan.
Sosialisasi bagi guru PJOK tersebut dilaksanakan selama tiga hari di sejumlah wilayah. Setelah sebelumnya dilaksanakan di wilayah Rembang Barat, kegiatan dilanjutkan di wilayah Rembang Timur, Kecamatan Lasem, dan selanjutnya Kamis (20/8/2026) di Kantor Dindikpora Kabupaten Rembang dengan peserta khusus guru SMP.
Melalui penguatan pemahaman tersebut, Pemkab Rembang berharap guru PJOK semakin siap melaksanakan pembelajaran yang memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan perkembangan peserta didik, sekaligus memahami ketentuan yang perlu menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan olahraga di sekolah. (Mif/rd/Kominfo)