Berita
Pemkab Rembang Siapkan Antisipasi Kekeringan, Anggarkan Rp275 Juta untuk Bantuan Air Bersih
- 23 Juni 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan tahun 2026. Meski hingga saat ini belum ada pengajuan bantuan air bersih dari desa, pemerintah daerah telah menyiapkan sumber daya, pasokan air, serta dukungan anggaran untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengatakan kondisi ketersediaan air bersih di wilayah Kabupaten Rembang saat ini masih dalam kondisi aman. Namun demikian, BPBD tetap melakukan berbagai persiapan sebagai langkah mitigasi apabila kekeringan terjadi pada puncak musim kemarau.
“Untuk sampai saat ini pengajuan dropping air bersih dari desa belum ada. Tetapi untuk persiapan menghadapi kekeringan, kami sudah bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Baznas, PMI, dan sejumlah perusahaan melalui program CSR,” ujarnya, Selasa (23/6).
Menurut Luthfi, BPBD Kabupaten Rembang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 juta untuk kegiatan distribusi air bersih. Selain itu, dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Dengan demikian, total dukungan anggaran yang telah disiapkan untuk penanganan kekeringan mencapai sekitar Rp275 juta.
“Kalau ditotal dengan dukungan dari berbagai pihak, anggaran yang sudah dikomunikasikan untuk penanganan kekeringan, khususnya dropping air bersih, mencapai sekitar Rp275 juta,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga terus melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan data kejadian pada tahun-tahun sebelumnya serta kondisi sumber air yang ada di masing-masing wilayah.
Data BPBD menunjukkan, pada tahun 2024 terdapat 64 desa yang menerima bantuan dropping air bersih akibat kekeringan. Desa-desa tersebut tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang. Sementara pada tahun 2025 tidak terdapat permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.
Meski kondisi saat ini relatif aman, BPBD tetap memastikan kesiapan pasokan air dan armada distribusi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.
“Sampai saat ini stok air di desa-desa masih mencukupi. Kalau ada permintaan dropping, pasokan air pun masih ready semuanya,” kata Luthfi.
Selain menyiapkan anggaran dan koordinasi lintas lembaga, BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca dan ketersediaan sumber air di lapangan. Berdasarkan kondisi terkini dan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kekeringan tahun ini diperkirakan tidak seberat tahun-tahun sebelumnya.
Ketersediaan air di waduk maupun sumber air lainnya dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
“Kalau melihat kondisi saat ini dan informasi dari BMKG, untuk kebutuhan air sampai akhir tahun insyaallah masih cukup,” pungkasnya.
Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemkab Rembang berharap dampak musim kemarau terhadap masyarakat dapat diminimalkan, sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi apabila terjadi peningkatan kebutuhan di wilayah rawan kekeringan. (re/rd/kominfo)