Berita
Rengginang Teri, Oleh-oleh Khas Rembang yang Diminati dan Tembus Pasar Luar Daerah
- 4 September 2026
- Posted by: Redaksi
- Category: Berita Pemerintah
Kabupaten Rembang tidak hanya dikenal dengan kekayaan wisata dan hasil lautnya, tetapi juga memiliki beragam kuliner khas yang menarik untuk dijadikan buah tangan. Salah satunya adalah rengginang teri, camilan berbahan dasar beras ketan yang menawarkan cita rasa gurih dan renyah.

Rengginang teri menjadi salah satu produk olahan yang dapat melengkapi perjalanan wisatawan saat berkunjung ke Kabupaten Rembang. Selain cocok sebagai camilan, makanan tersebut juga memiliki daya tarik sebagai oleh-oleh khas Kota Garam.
Salah seorang produsen rengginang teri asal Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Sanyoto mengatakan, permintaan terhadap produknya saat ini cukup tinggi. Pemasarannya tidak hanya menjangkau masyarakat di Kabupaten Rembang, tetapi juga telah merambah sejumlah daerah di luar Rembang.
Menurut Sanyoto, ide membuat rengginang teri berawal dari keinginannya mengembangkan produk rengginang dengan bahan yang berbeda. Sebelumnya, rengginang terasi sudah lebih dahulu dikenal dan digemari masyarakat.
“Ada teman yang menyarankan saya untuk membuat camilan dengan bahan dasar ikan. Kemudian saya mencoba membuat rengginang teri ini, dan alhamdulillah banyak yang suka,” ujar Sanyoto.
Ketekunan dalam mengembangkan produk tersebut perlahan membuat rengginang teri produksinya semakin dikenal. Pada awalnya, pemasaran hanya dilakukan melalui warung dan toko di sekitar tempat tinggalnya.
“Lama kelamaan semakin dikenal banyak orang. Kemudian kami mencoba memasarkan keliling Rembang, termasuk di toko oleh-oleh, dan alhamdulillah,” katanya.
Seiring meningkatnya permintaan, pemasaran rengginang teri kini telah menjangkau sejumlah daerah lain. Produk tersebut antara lain telah dipasarkan ke Kabupaten Pati, Blora, dan sejumlah daerah lainnya.
Perkembangan usaha juga terlihat dari jumlah tenaga kerja yang dilibatkan dalam proses produksi. Jika pada awal usaha Sanyoto hanya memproduksi rengginang bersama istrinya, kini rumah produksi di Desa Purworejo telah mempekerjakan 16 orang.

Tidak berhenti di Rembang, Sanyoto juga mengembangkan rumah produksi di Jaken, Kabupaten Pati. Rumah produksi yang berada di rumah orang tuanya tersebut kini dibantu sekitar tujuh karyawan dan difokuskan untuk memproduksi rengginang terasi dan rengginang udang.
“Kami juga punya cabang rumah produksi di Jaken Kabupaten Pati. Alhamdulillah di rumah orang tua, di sana juga ada sekitar tujuh karyawan yang membantu, di sana fokus produksi rengginang terasi dan udang,” ungkapnya.
Selain mengembangkan produksi dan pemasaran, Sanyoto kini juga tengah merintis usaha baru berupa rumah makan yang sekaligus menjadi toko oleh-oleh khas Rembang. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan lebih banyak produk kuliner lokal kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Rembang.
Keberadaan rengginang teri tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan potensi pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan inovasi dan pemasaran yang semakin luas, produk kuliner khas Rembang berpeluang terus berkembang sekaligus mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.
(Mif/rd/Kominfo)