Berita
SPMB Gelombang Kedua Dibuka, Pemkab Rembang Beri Kesempatan Siswa Penuhi Kuota SMP Negeri
- 12 Juni 2026
- Posted by: rendy
- Category: Berita Pemerintah
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. Tahap ini dilaksanakan pada 11–13 Juni 2026 guna mengisi kuota di sejumlah sekolah yang hingga penutupan pendaftaran gelombang pertama belum memenuhi daya tampung.
Kepala Bidang SMP Dindikpora Kabupaten Rembang, Ngadiyono, mengatakan proses pendaftaran gelombang pertama telah berlangsung pada 8–10 Juni 2026 dan seluruh berkas pendaftar telah diverifikasi sesuai petunjuk teknis SPMB yang berlaku.
“Alhamdulillah untuk pendaftaran SMP tanggal 8, 9, dan 10 Juni sudah terlaksana sekaligus diverifikasi sesuai petunjuk teknis SPMB yang ada. Selanjutnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Juni dibuka gelombang kedua untuk pemenuhan kuota bagi sekolah yang belum memenuhi daya tampung,” ujarnya, Jumat (12/6).
Ia menjelaskan, gelombang kedua memberikan kesempatan bagi calon peserta didik yang belum diterima di sekolah mana pun untuk mengikuti seleksi kembali. Sejumlah SMP negeri yang masih membuka pendaftaran antara lain SMP Negeri 4 Rembang, SMP Negeri 3 Rembang, SMP Negeri 5 Rembang, SMP Negeri 1 Lasem, SMP Negeri 2 Lasem, SMP Negeri 1 Bulu, dan SMP Negeri 2 Bulu.
Menurut Ngadiyono, pada tahap kedua ini pendaftaran dapat diikuti calon siswa dari luar wilayah domisili sekolah. Kebijakan tersebut diambil karena kuota jalur domisili pada umumnya telah terpenuhi pada tahap pertama..
“Untuk tahap kedua ini dengan asumsi kuota domisili sudah tercukupi pada tahap pertama. Maka dimungkinkan peserta didik yang berada di luar domisili dan belum mendapatkan sekolah dapat mendaftar pada sekolah yang masih memiliki kuota,” jelasnya.
Ia menambahkan, belum terpenuhinya kuota di beberapa sekolah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari jumlah lulusan di masing-masing wilayah hingga pilihan sekolah yang berbeda-beda. Sementara itu, sejumlah sekolah lain telah berhasil memenuhi daya tampung sejak gelombang pertama.
“Setiap kecamatan kondisinya berbeda-beda. Ada sekolah yang langsung terpenuhi kuotanya, ada yang belum. Ini bisa dipengaruhi jumlah lulusan maupun pilihan sekolah dari peserta didik,” katanya.
Melalui pembukaan gelombang kedua SPMB ini, Pemkab Rembang berharap semakin banyak lulusan Sekolah Dasar (SD) yang terserap ke satuan pendidikan jenjang SMP. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan mencegah terjadinya putus sekolah di Kabupaten Rembang.
Pihaknya menegaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan SPMB adalah memastikan seluruh anak usia sekolah tetap dapat melanjutkan pendidikan, baik di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun lembaga pendidikan di bawah kementerian lain.
“Prinsip kami di Dindikpora adalah memastikan anak usia sekolah tetap melanjutkan pendidikan. Dengan begitu, kami berharap dapat menekan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Rembang,” pungkas Ngadiyono. (re/rd/kominfo)