Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang mengeklaimĀ vaksin Covid-19 dapat merusak DNA dan kekebalan tubuh secara permanen.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Dilansir dariĀ tirto.id, tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan imunisasi dengan kerusakan sel dan DNA, penyakit autoimun, maupun meningitis. Kementerian Kesehatan membantah klaim yang beredar dan menegaskan bahwa vaksin bermanfaat melindungi seseorang dari penyakit tertentu, serta meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap berbagai penyakit menular pada masa mendatang. UNICEF menegaskan, fakta dan bukti menunjukkan bahwa informasi mengenai efek berbahaya vaksin Covid-19 terhadap DNA manusia adalah tidak berdasar dan tidak benar.